Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 09 Agustus 2012

Kolesterol Buruk Terlalu Banyak? Berpuasalah!



Berpuasa sepanjang bulan Ramadan dari waktu Imsak sampai Magrib diwajibkan bagi seluruh Muslim. Selain melakukannya sebagai ritual, puasa terbukti menyehatkan.

Satu lagi fakta soal ini; kalau selama ini kesehatan Anda terganggu urusan kolesterol buruk di dalam tubuh, bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat membereskan kesehatan Anda.

Sebuah studi yang dilakukan UAE, Dubai, menyimpulkan bahwa berpuasa dari Imsak sampai Magrib dapat menurunkan level kolesterol buruk di dalam tubuh. Studi ini dipresentasikan pada Konferensi Kardiologi Dunia di Dubai, April lalu.

Perubahan yang terjadi pada pola makan saat bulan Ramadan berpengaruh pada tekanan kolesterol di dalam darah. Dr. Omar K. Hallak kepada Khaleej Times (14/6) mengatakan bahwa perubahan pola makan tersebut memiliki efek positif terhadap kolesterol walau terjadi peningkatan Indeks Massa Tubuh.

Untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan efek-efek kolesterol buruk lainnya, manusia harus menurunkan pula level LDL (kolesterol ‘buruk’) yang biasanya memenuhi arteri dan potensial dapat menyakitkan jantung. Sebisa mungkin, kolesterol di dalam tubuh idealnya memiliki level HDL (kolesterol ‘baik’) yang pas.

Berpuasa di bulan Ramadan sesuatu aturan Islam dapat menurunkan level LDL dan menaikkan HDL sehingga menghasilkan rasio yang pas antara LDL dan HDL.
sumber http://id.berita.yahoo.com/kolesterol-buruk-terlalu-banyak--berpuasalah-ramadan2012.html

Rabu, 08 Agustus 2012

Korupsi Ibadah


Republika – Kam, 26 Jul 2012

REPUBLIKA.CO.ID,oleh: Yudi Latif

Banyak penyeru menekankan pentingnya ibadah sebagai cara memerangi korupsi. Pernahkah terpikir bahwa pengamalan ibadah yang salah justru bisa menyuburkan korupsi? Akar terdalam dari tindakan korupsi adalah korupsi terhadap peribadatan. Alquran mengisyaratkan hal ini sebagai pangkal kecelakaan. ”Maka, celakalah orang-orang yang shalat; yang lalai dalam shalatnya; yang hanya pamer; yang tidak memberikan pertolongan.”
Lebih dari tujuh dekade yang lalu, Mohandas K Gandhi menengarai adanya ancaman yang me matikan dari “tujuh dosa sosial”. Satu di anta ranya adalah ”peribadatan tanpa pengorbanan”. Dalam Hikayat Florentin, Machiavelli menandai ”kota korup” dengan sejumlah ciri. Antara lain, pemahaman keagamaan penduduk ”berdasarkan kemalasan bukan kesalehan”. Yang ia maksudkan adalah keagamaan yang menekankan aspek formal dan ritual ketimbang pengembangan esensi ajaran.
Memuja ”insan pembual dari pada insan pekerja,” memperindah tempat ibadah daripada menolong yang papa. Modus keagamaan seperti ini, menurutnya, ”membuat orang tak lagi beramal saleh, yang mengantarkan penduduk menjadi mangsa empuk tirani politik dan modal.” Membicarakan hal ini penting di bulan Ramadhan yang padat ibadah. Alangkah malangnya, jika peringatan Rasulullah menimpa kita, ”Betapa banyak yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”
Untuk tidak tergelincir dalam praktik korupsi terhadap ibadah, kita perlu menangkap pesan moral dari setiap peribadatan. Salah satu pesan moral dari puasa adalah menahan diri agar perut kita tidak menjadi kuburan bagi orang lain. Pesan ini, pertama dialamatkan kepada golongan pemimpin. Mengapa? Rasulullah mengingatkan, ”Tidak akan tersucikan suatu umat se lama si lemah tidak dapat menuntut dan mem peroleh kembali haknya yang dirampas oleh orang yang kuat tanpa rasa takut.”
Terhadap golongan ini, puasa mengajarkan penghayatan rasa lapar, untuk membangkitkan rasa kasih sayang dan tanggung jawab bagi rakyatnya. Dalam hal ini, Sayidina Ali menasihatkan, ”Tanamkanlah kasih sayang di hatimu terhadap rakyatmu, dan perlakukanlah mereka secara lemah lembut. Dan janganlah sekali-kali engkau menjadikan dirimu seperti binatang buas, lalu engkau menjadikan rakyatmu sendiri sebagai mangsamu.”
Kedua, pesan itu juga ditujukan kepada golongan elite. Mengapa? Imam Ali mengingat kan, ”Sesungguhnya rakyat yang berasal dari golongan elite ini adalah yang paling memberatkan wali negeri dalam masa kemakmuran, paling kecil memberikan bantuan saat terjadi musibah, paling tidak menyukai keadilan, paling banyak permintaannya secara terus-menerus, tetapi paling sedikit rasa terima kasihnya bila diberi, paling lambat menerima alasan bila di tolak, dan paling lemah kesabarannya bila berhadapan dengan berbagai bencana.”
Terhadap golongan ini, puasa mengajarkan bahwa manusia tidak akan pernah merasa ”puas” hingga bisa ”puasa” (menahan diri). Puasa juga mengajak mereka untuk berzuhud: ”Tidak terlalu gembira atas apa yang diberikan-Nya kepadamu” (QS 57: 23), dengan menumbuhkan empati terhadap yang papa dan nestapa. Dengan demi kian, puasa mengajak kita untuk melampaui ego personal menuju kesadaran transpersonal.
Orang-orang dalam kesadaran transpersonal (makrifat) pada gilirannya akan memiliki kesadaran hakikat. Suatu bentuk kesadaran Rabaniyah yang menenggelamkan egosentrisme demi mencintai dan bersatu dengan alam semesta.
Dengan semangat Rabaniyah timbul keinsyafan akan tanggung jawab kepemimpinan. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, ”Setiap kamu pemimpin, dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” Tanggung jawab kepemimpinan ini pada gilirannya bukan saja menuntut perhatian keluar, tetapi terlebih dahulu harus menengok ke dalam, mengasah diri sendiri. Orang yang sadar dirinya, akan memahami Tuhannya.
Dan orang yang memahami kebesaran Tuhannya akan menyadari bahwa semakin besar bukan kian serakah dan bahaya bagi yang lain, malahan memberikan ruang hidup bagi keragaman yang lain. Semoga puasa kita terbebas dari korupsi ibadah!      

lowongan pekerjaan


Kamis, 31 Mei 2012

informasi pendaftaran gelombang II

pendaftaran : 1 mei 2012- 11 juni 2012
uji tulis DIII : 12 juni 2012
nominasi : 12-13 juni 2012
pengumuman : 13 juni 2012 pukul 13.00 WIB
tes kesehatan : 14 juni 2012  pukul 09.00 WIB
registrasi : 14- 21 juni 2012

Rabu, 25 April 2012

INFO PENDAFTARAN GELOMBANG 1

PENDAFTARAN        :  SAMPAI TANGGAL 30 APRIL 2012
UJI TULIS                   :  1 MEI 2012
NOMINASI                :  1-2 MEI 2012
PENGUMUMAN       :   2 MEI 2012
TES KESEHATAN     :  3 MEI 2012
REGISTRASI              :  3-10 MEI 2012